Sabtu, 07 Maret 2009

tes

Sekelompok orang tua yang beradab yang hidup sebelum revolusi budaya di Cina.
Mereka membentuk sebuah kelompok di mana mereka akan ada bersama-sama saling tukar-menukar kebijaksanaan tua yang diturun- temurunkan sejakKongfucius,MoTze dan Chuang Tze.”
Di samping itu mereka akan bersama-sama menikmati minuman teh.
Secara bergilir mereka berperan menjadi tuan rumah dan masing-masingnya berusaha menghidangkan teh terbaik atau termahal untuk menyenangkan tamu- tamunya, serta untuk mendapatkan pujian dari mereka.
Suatu saat mereka berkumpul bersama di rumah dari seorang yang paling dihormati dalam kelompok tersebut. Ia menghidangkan tehnya dengan cara serta ritus istimewa. Ia mengukur daun teh dengan menggunakan senduk yang terbuat dari emas. Tamutamu yang hadir tak ada yang berkata-kata karena mereka tahu kalau teh yang dihidangkan itu adalah teh yang termahal yang belum pernah dihidangkan sebelumnya. Semua merasa puas setelah mencicipi teh istimewa yang disuguhkan itu. Sambil memperhatikan para tamunya yang sedang menikmati minuman istimewa itu, sang tuan rumah berkata; “Teh istimewa yang kamu minum ini sesungguhnya dibeli di pasar malam yang dijual oleh para petani sederhana. Ia sama dengan yang diminum oleh para petani kecil. Hendaknya kita belajar bahwa segala sesuatu yang baik tidak tergantung pada mahalnya harga dari barang tersebut, tetapi tergantung pada berapa besar penghargaan dan apresiasi yang kita berikan terhadap barang tersebut.

Read More.....

Rabu, 14 Januari 2009

Minum Teh

Sekelompok orang tua yang beradab yang hidup sebelum revolusi budaya di Cina.
Mereka membentuk sebuah kelompok di mana mereka akan ada bersama-sama saling tukar-menukar kebijaksanaan tua yang diturun- temurunkan sejakKongfucius,MoTze dan Chuang Tze. Di samping itu mereka akan bersama-sama menikmati minuman teh.
Secara bergilir mereka berperan menjadi tuan rumah dan masing-masingnya berusaha menghidangkan teh terbaik atau termahal untuk menyenangkan tamu- tamunya, serta untuk mendapatkan pujian dari mereka.
Suatu saat mereka berkumpul bersama di rumah dari seorang yang paling dihormati dalam kelompok tersebut. Ia menghidangkan tehnya dengan cara serta ritus istimewa. Ia mengukur daun teh dengan menggunakan senduk yang terbuat dari emas. Tamutamu yang hadir tak ada yang berkata-kata karena mereka tahu kalau teh yang dihidangkan itu adalah teh yang termahal yang belum pernah dihidangkan sebelumnya. Semua merasa puas setelah mencicipi teh istimewa yang disuguhkan itu. Sambil memperhatikan para tamunya yang sedang menikmati minuman istimewa itu, sang tuan rumah berkata; “Teh istimewa yang kamu minum ini sesungguhnya dibeli di pasar malam yang dijual oleh para petani sederhana. Ia sama dengan yang diminum oleh para petani kecil. Hendaknya kita belajar bahwa segala sesuatu yang baik tidak tergantung pada mahalnya harga dari barang tersebut, tetapi tergantung pada berapa besar penghargaan dan apresiasi yang kita berikan terhadap barang tersebut.”


Read More.....

Selasa, 06 Januari 2009

Segelas Susu

Suatu hari seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.
Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat.
Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya.
Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga.
Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut.

Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada anda ?" "Kamu tidak berhutang apapun kepada saya," jawabnya. "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."
Anak itu menjawab, "Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam."

Saat Howard Kelly - anak kecil yang miskin itu - meninggalkan rumah tersebut, dia
bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan
sesama manusia menjadi lebih kuat.

Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah. Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita muda tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu kekotabesar untuk mendapatkan pertolongan spesialis. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi.
Ketika ia mendengar namakotatempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat
dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya.

Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperanganpun dapat dimenangkan.
Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya.
Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu di kirim ke kamar perawatan si wanita.
Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya.
Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut.
Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.

Ia membaca tulisan itu : "TELAH DI BAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU." Tertanda, Dr. Howard Kelly.

Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan
pujian :
"Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia."

Read More.....

Senin, 05 Januari 2009

Secangkir Kopi

Setiap hari setelah bangun tidur dan sebelum memulai kegiatan sehari, aku pasti
menyiapkan secangkir kopi. Secangkir kopi yang kental dan pahit. Ketika
kerongkonganku dibangkitkan oleh pahitnya kopi kental, isi kepalakupun seakan
terlonjat bangun. Tanpa kopi hidupku serasa mati.

Ketika minum kopi aku berpikir; 'Hidupku pun kadang butuh secangkir kopi. 'Ia butuh
pengalaman pahit. Ia harus melewati kegetiran hidup, agar aku bisa
mempertimbangkannya secara lebih matang dan mendalam, agar aku bisa mengambil
langkah baru dan memberi nilai baru. Hanya dengan itu aku bisa menjadi lebih gigih
dan kuat.

Karena itu temanku... janganlah mengeluh saat menghadapi berbagai jenis kepahitan.
Jadikanlah itu tepung kopi unggul, yang dimasak oleh pikiran yang matang untuk
menghasilkan secangkir kopi kental. Pahit tapi ahh.... enaknya...

---------------

Hemmm....sambil menikmati kopiku, kunikmati pula hidup ini.

Read More.....

2009

"Jika dunia menertawakan Anda, balik tertawakan kembali dunia, karena dunia sama lucunya seperti Anda"

walau dunia kini krisis,
walau ditahun 2009 pesimis,
tetap sambutlah dengan jiwa
OPTIMIS,
kerena selama nyawa masih melekat,
nafas tetap berhembus,
menyerah itu
HARAM

Read More.....

Selasa, 23 Desember 2008

Memperbaiki Boneka

Liping, gadis kecil disuruh ibunya ke toko 7 Evelen dekat rumahnya untuk membeli sesuatu, dengan pesanan untuk segera kembali ke rumah setelah membeli barang yang dimaksud. Namun sejam...dua jam kini telah berlalu. Liping belum juga kembali dan hal ini membuat ibunya penasaran dan cemas.

"Ke mana saja engkau pergi?" Tanya ibunya dengan teriakan keras ketika Lipingakhirnya muncul di depan pintu. "Mami...maafkan Liping. Aku tahu kalau aku terlambat pulang." Kata Liping penuh penyesalan. "Tapi...tadi boneka Lingling, teman Liping, rusak. Aku harus membantunya memperbaiki boneka itu." Lanjut Liping menjelaskan.

"Engkau membantu Lingling memperbaiki bonekanya? Bagaimana caranya engkau memperbaikinya?" Lanjut ibunya dengan penuh rasa heran. "Jujur bu...,saya tak mampu perbaiki bonekanya...saya hanya duduk di samping Lingling dan menangis bersamanya." Lanjut Liping.

-. Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yangmenangis.

-. Sahabat adalah ia yang senantiasa berada di sampingku, bahkan juga di saat ketika dunia seakan mati.

Read More.....

Sabtu, 20 Desember 2008

Tak Perlu Resah

Aku berkata pada kalbuku saat didera rasa takutyang mengejutkan,
"Bergembiralah, sebab kebanyakan hal yang kau takuti adalah dusta"

manakala sebuah peristiwa terjadi pada diri Anda,
atau Anda mendengar ramalan tentang suatu bencana,
Anda tak perlu resah, cemas, dan bersedih.
Sebab, berita-berita dan kemungkinan-kemungkinan itu tidaklah benar.
Jika ada yang mampu mengubah takdir, pastilah akan mencarinya.
Namun jika tidak, maka tinggal bagaimana takdir itu harus Anda sikapi.

Read More.....

Jumat, 19 Desember 2008

What 4 U life...

Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu. Dan seni harus
dipelajari serta ditekuni. Maka sangatlah baik bila manusia berusaha keras dan penuh kesungguhan mau belajar tentang bagaimana menghasilkan bunga-bunga, semerbak harum wewangian, dan kecintaan di dalam hidupnya. Itu lebih baik daripada ia terus menguras tenaga dan waktunya hanya untuk menimbun harta di saku atau gudangnya. Apalah arti hidup ini, bila hanya habis untuk mengumpulkan harta benda dan tak dimanfaatkan sedikitpun untuk meningkatkan kualitas kasih sayang, cinta, keindahan dalam hidup ini?



Read More.....

Senin, 07 April 2008

COMMING SOON

Kutanamkan di dalamnya mutiara,
hingga tiba saatnya ia dapat
menyinari tanpa mentari
dan berjalan di malam hari tanpa rembulan
Karena kedua matanya ibarat sihir dan
keningnya laksana pedang
buatan India
Milik Allah-lah setiap bulu mata,
leher dan kulit
yang indah mempesona

















Read More.....